SELF EVALUATION
Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi
Jawa Barat.
1.1 Brief History :
Visi:
1. Gerbang komunikasi ilmiah dalam meningkatkan profesionalisme layanan perpustakaan, untuk memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi di Wilayah Jawa Barat;
2. Wahana jaringan informasi antarperpustakaan dalam upaya peningkatan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi di Jawa Barat.
3. Pencapaian kemandirian perpustakaan sebagai wacana disiplin ilmu pengetahuan.
Misi:
1. Mengembangkan kerjasama jaringan layanan informasi berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan SDM Perguruan Tinggi yang berkualitas;
2. Membina dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, serta berbagai ketersediaan literatur antara perpustakaan yang maju dan sedang berkembang;
3. Meningkatkan profesionalisme pustakawan dan kualitas layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi;
4. Membantu memperkaya koleksi masing-masing perpustakaan;
5. Meningkatkan kemampuan dalam mengakses informasi.
Tujuan :
Sasaran :
TATA PAMONG dan STRUKTUR ORGANISASI
Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Wilayah Jawa Barat merupakan perkumpulan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang ada di wilayah Jawa Barat. Pendirian FPPT tidak terlepas dari tugas Perpustakaan Nasional dalam pembinaan perpustakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi. Mengingat perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya sudah lebih berkembang dibandingkan dengan perpustakaan lainnya maka pembinaan perpustakaan perguruan tinggi lebih diarahkan kepada kemitraan. Perpustakaan perguruan tinggi yang lebih maju dapat membina perpustakaan perguruan tinggi yang sedang berkembang atau mau berkembang.
Koordinasi Perpustakaan Nasional dilaksanakan dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia ( FPPTI). Selanjutnya, FPPTI berkoordinasi dengan FPPT yang ada di Propinsi-propinsi.
Selain berkoordinasi dengan FPPTI, untuk daerah Jawa Barat, koordinasi dilakukan juga dengan Badan Perpustakaan Daerah Jawa Barat (BAPUSDA, dahulu Perpustakaan Nasional Propinsi Jawa Barat, yaitu lembaga Pembina perpustakaan yang ada di Jawa Barat) dan di tingkat perguruan tinggi berkoordinasi dengan Kopertis Wilayah IV.

PENGELOLAAN LEMBAGA
Dalam melaksanakan kegiatan, Ketua Umum dibantu oleh Ketua I dan Ketua II yang masing-masing membawahi Komisi Teknologi Informasi dan Komisi Humas & Publikasi, serta Komisi Pengembangan SDM dan Komisi Dana, Usaha, & Kerjasama. Juga oleh Sekretaris untuk urusan administrative dan Bendahara untuk urusan Keuangan.
Sumber keuangan FPPT sebagaian besar masih bertumpu pada pendaftaran dan perpanjangan anggota dan penjualan kartu anggota. Disamping itu diperoleh dana juga dari lembaga Pembina pada saat ada kegiatan. Mulai sekarang dan ke depan akan dicoba untuk menggali sumber dana lain yang bukan berasal dari anggota.
Evaluasi kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap empat bulan sekali. Kegiatan ini selalu didahului oleh kegiatan seminar terbatas anggota yang berkaitan dengan up grading ilmu perpustakaan , informasi dan dokumentasi. Pertemuan evaluasi ini dilaksanakan secara rutin secara bergiliran di Perpustakaan Anggota FPPT. Dengan cara ini disamping mempererat kerjasama dan koordinasi juga untuk melihat kondisi riil masing-masing perpustakaan anggota yang akan berguna dalam penyusunan program yang akan dilaksanakan.
Pertemuan ini menghasilkan berbagai saran dan kritik yang diusulkan oleh anggota. Masukan ini selanjutnya dibahas bersama dengan anggota, juga dibahs secara khusus di tingkat pengurus
SUMBER DAYA MANUSIA
Pengurus FPPT seluruhnya berjumlah 16 orang yang berasal dari perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Bandung. Perguruan tinggi tersebut adalah UNISBA, ITB, STT TELKOM, UNPAR, UTAMA, ITENAS, POLBAN, UPI, UNPAD, UNPAS, STKS, serta BAPUSDA. Ditambah 4 orang penasehat, dari ITB, UNPAD, dan STBA.
Pengurus FPPT Jabar rata-rata adalah Kepala Perpustakaan di masing-masing perguruan tingginya atau sebagai pejabat struktural di perpustakaan perguruan tinggi masing-masing. Kesibukan di masing-masing lembaga asal merupakan kendala dalam pelaksanaan program karena masing-masing pengurus terbagi dua konsentrasinya antara menyelesaikan tugas rutin lembaga asal dan mengembangkan FPPT. Untuk itu ada kesepakatan tidak tertulis antara pengurus dalam hal pembagian waktu kerja ini. Biasanya, hari Jumat difokuskan untuk membahas pekerjaan yang ada di forum untuk setiap minggunya.
KEGIATAN dan KEANGGOTAAN
Sampai saat ini anggota forum telah mencapai 105 perpustakaan perguruan tinggi. Kira-kira baru 22% dari perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat.
Kegiatan FPPT dapat dibagai kedalam 2 bagian besar, yaitu:
Mekanismenya adalah FPPT mengeluarkan kartu yang dapat dimanfaatkan sebagai akses ke masing-masing perpustakaan anggota. Saat ini masih sebatas membaca di tempat atau memfotokopi. Ke depan akan dicoba untuk kerjasama yang lebih tinggi levelnya, seperti inter library loan.
Masih rendahnya jumlah anggota yang bergabung dengan FPPT diantaranya adalah karena kurangnya promosi FPPT baik dalam bentuk cetak atau elektronik, belum banyak kegiatan yang manfaatnya benar-benar terasa langsung. Saat ini kegiatan lebih banyak manfaatnya yang tidak langsung , seperti up grading pustakawan. Manfaat yang dirasakan langsung baru sebatas baca koleksi. ILL belum dilaksanakan karena berbagai keterbatasan, seperti kondisi perpustakaan yang beragam (bahkan sangat ekstrim), baik dari segi SDM juga sumber daya lainnya.
1.2. Conclusion :
1. Fundamental Issues
After conducting SWOT analysis in all aspect of University Library Forum, there are fundamental issues identified as follows :
- Sebagian perpustakaan sudah berbasis teknologi informasi dalam memanaje perpustakaannya
- Beberapa perpustakaan belum tersentuh teknologi informasi
- Ada perpustakaan yang sudah menggunakan OPAC tapi belum terkoneksi dengan internet
- Adanya keinginan dari anggota forum untuk mengadakan koneksi atau jaringan dalam memenuhi kebutuhan informasi pemakai
2. Problem Statements
Sejalan dengan fundamental issues maka hasil analysis SWOT dalam Self Evaluation dari FPPT, ada beberapa masalah yang dapat digambarkan seperti dibawah ini :
a) Kurangnya infrastructure dan fasilitas sebagian dari perpustakaan perguruan tinggi untuk mengakses informasi secara global (50 % Perpustakaan Perguruan Tinggi di Jawa Barat belum tersentuh dengan teknologi informasi )
b) Kurangnya kualitas dan kuantitas koleksi dari seluruh Perpustakaan Perguruan Tinggi (Anggaran untuk koleksi dari setiap Perpustakaan Perguruan Tinggi sangat terbatas)
c) Kurangnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas terutama dalam hal teknologi informasi
d) Adanya kesulitan dalam membangun kerjasama antar perpustakaan dalam bentuk Inter Library Loan/Union Catalog
3. Summary of SWOT analyses
The summary of SWOT analyses on all sections are as follows :
Section 2 Environmental Setting :
A. Need analyses
Dibutuhkan analisa yang berhubungan dengan faktor-faktor external dan internal antara lain :
1. External factors :
· Untuk mengantisipasi datangnya informasi dan persaingan global dari berbagai negara, dalam hal ini banjirnya informasi yang tidak dapat dibendung, maka diperlukan kerjasama antar perpustakaan agar informasi-informasi tersebut dapat terseleksi dengan baik.
· Adanya persaingan dalam ketenaga kerjaan/kualitas sumber daya manusia, sehingga seluruh Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Learning Resouce Centre harus menyediakan informasi yang dapat mendukung perkembangan ilmu dan teknologi, agar mahasiswa dapat bersaing di pasar kerja, terutama pasar kerja di luar negeri .
2. Internal factors :
· Dibutuhkan dukungan dari berbagai pimpinan Universitas atau Perguruan Tinggi serta Lembaga Pembina
· Dibutuhkan dukungan dari seluruh anggota Forum untuk mendirikan jaringan antar Perpustakaan Perguruan Tinggi
· Dibutuhkan Infrastruktur yang dapat mendukung terlaksananya program Inter Library Loan/ Union Catalog
B. The projection of Inter Libray Loan/Union Catalog establishment :
The establishment of ILL/Union Catalog are supported/ influenced by following factors :
1. Strength :
· Sebagian perpustakaan perguruan tinggi di Jawa Barat sudah mendirikan electronic library , dan mendigitalisasikan content local yang dimilikinya bahkan 2 Perpustakaan Perguruan Tinggi sudah melaksanakan program kerjasama dengan cara mendirikan Web OPAC bersama/ Union Catalog.
· Ada software yang dapat digunakan untuk program ILL/union catalog ; software tersebut disebut GDL (Ganesha Digital Library) .
2. Weaknes :
· Sebagian perpustakaan belum mendirikan electronic library
· Banyak perpustakaan perguruan tinggi yang sudah mendirikan electronic library namun belum terkoneksi dengan internet (masih Local Area Network)
· Format data yang digunakan tidak standard sehingga sulit apabila akan mengadakan kerjasama antar perpustakaan
· Tidak adanya infrastructure yang dapat mendukung terlaksananya ILL/Union catalog.
· Tidak adanya Staff ahli dibidang IT dari anggota Forum yang dapat mewujudkan program kerjasama antar perpustakaan ini
3. Opportunities :
· Adanya kesempatan bagi setiap anggota untuk lebih mengembangkan perpustakaannya
· Adanya kesempatan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia
4. Threat :
Lokasi perpustakaan yang sangat berjauhan dan dana untuk pengembangan koleksi dari setiap perpustakaan perguruan tinggi yang sangat beragam, maka apabila tidak adanya kerjasama antar perpustakaan, akan terjadi ketimpangan dalam penyebaran informasi dan ketimpangan dalam pengembangan perpustakaan, akibatnya penyebaran ilmu dan teknologi pada pemakai tidak akan merata sehingga mengakibatkan sulitnya pemakai dalam hal ini mahasiswa untuk mengembangkan keterampilannya (skill) dan bersaing dalam lapangan kerja.
C. Sustainability :
The operation of ILL/ Union Catalog will be supported by :
Section 3 Services/Products
Berdirinya FPPT telah dirasakan manfaatnya oleh anggotanya , untuk itu sudah beberapa layanan yang diberikan oleh FPPT walaupun layanan itu belum sepenuhnya sesuai dengan keinginan anggota , layanan tersebut al :
1. Kartu Anggota Forum bagi sivitas akademika.
2. Piagam Keanggotaan Forum.
3. Hibah buku ke Perpustakaan anggota yang koleksinya masih kurang(Appendix 1). (perlu data….)
4. Kegiatan pertemuan rutin dan seminar ilmiah (Appendix 2)
5. Pelatihan dan magang kepustakawanan (Appendix 3)